Harmony Award 2025: Kemenag Apresiasi FKUB Dan Pemda Terbaik Jaga Kerukunan

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Bakhtiar Hadi
Kemenag apresiasi komitmen FKUB dan pemda dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengau tantangan era digital dan politik.

Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan Harmony Award 2025 kepada sejumlah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah daerah yang dinilai berprestasi dalam menjaga kerukunan umat beragama. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras berbagai pihak dalam memelihara harmoni di tengau kompleksitas tantangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Acara penganugerahan berlangsung di Kantor Kementerian Agama dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara FKUB dan pemerintah daerah dalam menciptakan perdamaian. Dia menyatakan bahwa kerukunan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh namun harus terus dirawat dan diperkuat. Terlebih di era digital dimana informasi bisa dengan mudah memecah belah.

Harmony Award 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penghargaan ini tidak hanya simbolis tetapi merepresentasikan kerja nyata di lapangan yang telah dilakukan berbagai pihak. Kemenag mencatat setidaknya 90 persen daerah penerima penghargaan berhasil menekan angka konflik bernuansa SARA.

Para penerima penghargaan dinilai berdasarkan sejumlah indikator kinerja yang ketat. Aspek penilaian meliputi efektivitas mediasi konflik, inovasi program kerukunan, dan konsistensi dalam membangun dialog antarumat beragama. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

FKUB dari Jawa Timur berhasil meraih predikat terbaik untuk kategori provinsi. Sementara untuk kategori kabupaten/kota, FKUB Kota Singkawang dan Kabupaten Manggarai Barat menjadi yang terbaik. Kedua daerah ini menunjukkan konsistensi dalam menjaga harmoni meski memiliki keragaman agama yang tinggi.

Pemerintah daerah yang mendapat apresiasi khusus antara lain Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Kota Manado. Kedua daerah ini dinilai sukses mengintegrasikan nilai-nilai kerukunan dalam kebijakan pembangunan daerah. Program unggulan mereka telah menjadi model nasional.

Di era kepemimpinan Prabowo Subianto, Kemenag berkomitmen memperkuat peran FKUB sebagai ujung tombak kerukunan. Berbagai program peningkatan kapasitas akan digulirkan untuk memperkuat kompetensi anggota FKUB di seluruh Indonesia. Anggaran operasional FKUB juga akan ditingkatkan.

Harmony Award diharapkan dapat memotivasi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan. Kemenag akan memperluas cakupan penghargaan tahun depan dengan menambah kategori baru termasuk untuk organisasi pemuda dan lembaga pendidikan.

(Bakhtiar Hadi)

Baca Juga: Politeknik Tempo Dan IKADIM Gelar Bedah Buku Soft Skills Untuk Gen Z
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.