Menko AHY Melakukan Penjelajahan Mengenai Infrastruktur Energi Nuklir Bersama Duta Besar Rusia

Sabtu, 21 Juni 2025

    Bagikan:
Penulis: Dharma Sakti
(ANTARA/Aji Cakti)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang menjajaki potensi infrastruktur energi nuklir sebagai sumber energi bersih bersama Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia.

Dalam pesan dan arahan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faisal, kepada para pengusaha konsultan pada perayaan HUT Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Kemenko IPK tengah berupaya untuk mengembangkan infrastruktur energi bersih berbasis nuklir.

"Kemarin, Menko IPK melakukan pertemuan dengan Dubes Rusia untuk Indonesia, Bapak Sergei Tolchanov. Ada perusahaan bernama Rosatom," ungkap Nazib Faisal di Jakarta, pada hari Jumat.

Tentunya, rencana pengembangan infrastruktur energi nuklir ini akan melibatkan banyak pelaku industri, mulai dari konsultan, konstruksi, hingga pekerjaan supervisi, dan lain-lain.

Salah satu contoh infrastruktur energi bersih yang telah dibangun di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Bendungan Cirata, Jawa Barat, yang melibatkan berbagai aspek mulai dari desain, supervisi, hingga operasional pemeliharaan, dan lain-lain.

"Arahan dari Pak Menko IPK adalah mengenai infrastruktur energi bersih. Jadi, energi bersih ini menjadi langkah ke depan," kata Nazib.

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dalam pembangunan infrastruktur dengan Rusia.

Kesempatan untuk bekerja sama antara Indonesia dan Rusia di sektor infrastruktur serta pembangunan wilayah semakin terbuka lebar setelah pelaksanaan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto sedang melaksanakan agenda nasional yang ambisius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen per tahun, memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

(Dharma Sakti)

Baca Juga: Sektor IKFT Makin Tangguh, Siap Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi 2026
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.