BPOM Gaungkan Filosofi Menjulang Membumi Mengakar Dalam Aksi Tanam Mangrove Bersama Kadin Jakarta

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Alvin Pratama
Kegiatan tanam mangrove ini merepresentasikan implementasi filosofi "Menjulang Membumi Mengakar" dimana BPOM menjulang dalam standardisasi regulasi, membumi dalam pengabdian kepada masyarakat, dan mengakar dalam membangun kolaborasi berkelanjutan.

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menggelar aksi penanaman mangrove bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta di Taman Hutan Raya Mangrove Angke Kapuk. Kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari filosofi organisasi BPOM "Menjulang Membumi Mengakar" yang diusung dalam setiap program dan kebijakannya.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan bahwa filosofi ini menjadi panduan dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan. Menjulang berarti memiliki standar tinggi dan visi yang jelas, membumi artinya dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan riil, sedangkan mengakar dimaknai sebagai membangun kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

Penanaman mangrove dipilih sebagai simbol dari filosofi tersebut karena tanaman ini memiliki akar yang kuat dan mampu melindungi lingkungan. Mangrove juga menjadi metafora untuk sistem pengawasan yang kokoh dan berkelanjutan, melindungi masyarakat dari berbagai ancaman produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar.

Kegiatan ini melibatkan tidak hanya jajaran pimpinan BPOM dan Kadin Jakarta, tetapi juga perwakilan industri farmasi dan pangan, organisasi profesi, serta masyarakat setempat. Partisipasi multipihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial korporasi.

Selain penanaman bibit mangrove, dilakukan juga edukasi kepada peserta tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi keseimbangan lingkungan. Edukasi ini sejalan dengan misi BPOM dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Lokasi penanaman di Taman Hutan Raya Mangrove Angke Kapuk dipilih karena memiliki nilai strategis sebagai kawasan konservasi di tengah kota metropolitan. Pemilihan lokasi ini juga menunjukkan perhatian BPOM terhadap isu-isu lingkungan perkotaan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Kadin Jakarta menyambut baik inisiatif BPOM ini dan berkomitmen untuk mendukung program-program serupa di masa depan. Kerja sama ini diharapkan dapat diperluas ke bidang-bidang lain yang berkaitan dengan peningkatan daya saing industri nasional yang berkelanjutan.

Aksi tanam mangrove ini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi akan diikuti oleh program pemantauan dan perawatan berkelanjutan. BPOM dan Kadin Jakarta akan melakukan evaluasi periodik untuk memastikan bibit yang ditanam tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis yang optimal.

Melalui kegiatan ini, BPOM ingin menginspirasi instansi pemerintah lain dan pelaku usaha untuk turut aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Implementasi filosofi "Menjulang Membumi Mengakar" diharapkan dapat menjadi contoh baik dalam mengintegrasikan nilai-nilai organisasi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

(Alvin Pratama)

Baca Juga: Gerakan Nasional 1 Juta Vaksin Serviks Resmi Dimulai, Kolaborasi KORPRI-BPOM
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.